Dimsum baru diangkat dari kukusan langsung dikemas untuk dikirim, dan di situlah masalah dimulai. Uap panas yang terperangkap membuat kulit dimsum lembek, lengket satu sama lain, bahkan berair di dasar kemasan sebelum sampai ke tangan pembeli. Bagi pelaku usaha dimsum, pertanyaan paling mendasar dalam memilih kemasan dimsum bukan soal rasa, melainkan: tray, box, atau bowl yang paling pas?

Bisnis dimsum rumahan dan cloud kitchen tumbuh pesat di berbagai kota besar Indonesia, didorong oleh tren jajanan kekinian dan kemudahan berjualan lewat platform pesan-antar. Namun karakteristik dimsum yang dikukus dengan kadar uap dan kelembapan tinggi membuatnya termasuk kategori makanan yang paling sensitif terhadap jenis kemasan, sehingga pemilihan yang salah bisa langsung terlihat dari kualitas produk saat dibuka pelanggan, bukan sekadar soal tampilan.

Kenapa Kemasan Dimsum Berbeda dari Makanan Kukus Lainnya?

Dimsum memiliki kulit tipis berbahan dasar tepung yang sangat mudah menyerap kelembapan berlebih. Beberapa tantangan spesifik yang membedakan kemasan dimsum dari makanan lain meliputi:

  • Kondensasi uap yang menempel di bagian dalam tutup kemasan lalu menetes kembali ke dimsum, membuat kulitnya lembek dan berair.
  • Risiko lengket antar potongan jika dimsum ditumpuk terlalu rapat tanpa sirkulasi udara yang cukup.
  • Saus atau sambal pendamping yang perlu wadah terpisah agar tidak membuat dimsum basah sebelum dimakan.
  • Bentuk yang mudah rusak karena dimsum umumnya lunak dan bisa penyok jika kemasan tidak cukup kokoh saat ditumpuk dalam pengiriman.

Tray, Box, atau Bowl: Mana yang Paling Cocok?

Ketiga jenis kemasan ini punya kegunaan berbeda tergantung cara penyajian dan skala penjualan dimsum.

Tray (nampan) paling cocok untuk penyajian dimsum yang ditata rapi berjajar, misalnya untuk paket isi 6-10 pcs. Bentuknya yang datar dan lebar memberikan sirkulasi udara lebih baik dibanding box tertutup rapat, sehingga uap tidak menumpuk di satu titik. Namun tray membutuhkan tutup tambahan yang pas agar dimsum tidak bergeser saat pengiriman.

Box (kotak) lebih praktis untuk stacking dan pengiriman jarak jauh karena lebih kokoh dan mudah ditumpuk. Box dengan sedikit ventilasi di bagian tutup sangat direkomendasikan untuk dimsum agar uap dapat keluar secara bertahap tanpa membuat isi terlalu cepat dingin.

Bowl umumnya digunakan untuk dimsum berkuah seperti kuah kaldu atau dimsum yang disajikan dengan saus melimpah, misalnya siomay kuah atau dimsum swikee. Bagasse bowl dengan tutup rapat menjaga kuah tidak tumpah selama pengiriman, dan perbandingan lebih lengkapnya dapat dilihat pada artikel cara memilih ukuran bagasse bowl untuk bisnis kuliner.

Perbandingan Tray, Box, dan Bowl untuk Bisnis Dimsum

KriteriaTrayBoxBowl
Sirkulasi udaraBaik, terutama jika tanpa tutup rapatSedang, tergantung ventilasiKurang, karena tertutup rapat
Cocok untukDimsum kering ditata rapi (6-10 pcs)Pengiriman jarak jauh, stacking banyakDimsum berkuah / saus melimpah
Risiko lembekRendah-sedangSedang jika tanpa ventilasiRendah untuk isi, tapi kuah bisa tumpah
Kemudahan stackingKurang praktisSangat praktisPraktis dengan tutup terkunci
Rekomendasi materialBagasse tray food gradeBagasse box berventilasiBagasse bowl dengan tutup

Bagaimana Cara Mencegah Dimsum Lembek Saat Pengiriman?

Kunci utamanya ada pada manajemen uap. Sebaiknya biarkan dimsum sedikit turun suhunya selama 2-3 menit setelah diangkat dari kukusan sebelum dikemas, agar uap yang keluar tidak langsung terperangkap dalam kemasan tertutup. Selain itu, alasi dasar kemasan dengan kertas food grade penyerap agar air kondensasi tidak langsung membasahi dimsum. Pilih juga kemasan berbahan bagasse yang secara alami memiliki pori-pori mikro untuk membantu sirkulasi uap dibanding plastik yang sepenuhnya kedap udara. Untuk menu dimsum kuah, panduan cara mencegah makanan berkuah tumpah saat delivery juga bisa membantu meminimalkan risiko tumpah selama pengiriman.

Apakah Kemasan Ramah Lingkungan Cukup Kuat untuk Menahan Panas Dimsum?

Banyak pelaku usaha dimsum ragu beralih dari styrofoam ke kemasan ramah lingkungan karena khawatir soal ketahanan panas. Padahal, bagasse yang food grade justru punya ketahanan panas dan kelembapan yang baik karena berbahan dasar serat alami dan telah melalui proses produksi sesuai standar keamanan pangan. Menurut ketentuan BPOM terkait kemasan pangan, material yang bersentuhan langsung dengan makanan panas harus memenuhi syarat food grade agar tidak melepaskan zat berbahaya, dan bagasse termasuk material yang umum memenuhi kriteria tersebut selama diproduksi oleh produsen bersertifikat.

FAQ Seputar Kemasan Dimsum

Apakah tray lebih baik dari box untuk dimsum? Tergantung kebutuhan. Tray lebih unggul dalam sirkulasi udara sehingga cocok untuk dimsum kering, sementara box lebih unggul untuk stacking dan pengiriman jarak jauh dengan volume banyak.

Kenapa dimsum selalu berair di dasar kemasan? Ini disebabkan oleh kondensasi uap panas yang menempel di tutup lalu menetes kembali. Solusinya adalah memberi jeda sebelum menutup kemasan dan menggunakan alas penyerap food grade.

Apakah bowl cocok untuk semua jenis dimsum? Bowl paling cocok untuk dimsum berkuah atau bersaus melimpah, namun kurang ideal untuk dimsum kering karena justru bisa membuat uap terjebak lebih banyak dibanding tray.

Material apa yang direkomendasikan untuk kemasan dimsum ramah lingkungan? Bagasse (ampas tebu) food grade menjadi pilihan populer karena tahan panas, memiliki sirkulasi uap alami, dan dapat terurai sehingga lebih ramah lingkungan dibanding styrofoam.

Solusi Kemasan Ramah Lingkungan dari Virtuspack

Menjaga tekstur dimsum tetap kenyal dan tidak lembek membutuhkan kemasan yang dirancang khusus untuk menangani uap dan kelembapan tinggi. Virtuspack menyediakan bagasse clamshell dan bowl berventilasi untuk dimsum yang food grade, tahan panas, dan ramah lingkungan, cocok untuk pelaku usaha dimsum rumahan maupun cloud kitchen. Kunjungi katalog lengkap Virtuspack untuk memilih kombinasi tray, box, atau bowl yang paling sesuai dengan menu dimsum Anda.

Cart