Banyak pelaku usaha kuliner berasumsi bahwa selama kemasan berlabel “food grade”, maka otomatis kemasan food grade aman digunakan untuk semua jenis makanan tanpa terkecuali. Padahal, keamanannya sebenarnya bergantung pada karakteristik makanan yang dikemas, seperti tingkat keasaman, kandungan minyak, dan suhu penyajian. Kesalahan memahami hal ini bisa berisiko terhadap kualitas makanan bahkan kesehatan konsumen.
Jawaban singkatnya: kemasan food grade memang dirancang aman untuk kontak langsung dengan makanan, namun tidak semua jenis kemasan food grade cocok untuk semua kondisi makanan. Menurut ketentuan BPOM mengenai kemasan pangan, material kemasan harus lolos uji migrasi zat berbahaya ke dalam makanan, tetapi ketahanannya terhadap panas, minyak, atau cairan asam tetap berbeda-beda tergantung jenis materialnya.
Apa Sebenarnya Arti Label Food Grade pada Kemasan?
Label food grade menunjukkan bahwa material kemasan telah memenuhi syarat keamanan untuk bersentuhan langsung dengan makanan, artinya tidak melepaskan zat kimia berbahaya dalam jumlah yang membahayakan kesehatan. Di Indonesia, ketentuan ini merujuk pada regulasi BPOM terkait kemasan pangan serta standar SNI yang mengatur bahan baku dan proses produksi kemasan makanan.
Namun, food grade bukan berarti kemasan tersebut serba bisa. Setiap material memiliki batas toleransi berbeda terhadap suhu, kelembapan, dan tingkat keasaman makanan. Sebagai contoh, kertas food grade biasa mungkin aman untuk roti kering, tetapi tidak ideal untuk menu berkuah panas karena berisiko bocor atau melunak.
Jenis Makanan Apa yang Butuh Kemasan Food Grade Khusus?
Berikut beberapa kategori makanan yang membutuhkan perhatian ekstra dalam pemilihan kemasan:
- Makanan panas dan berkuah: membutuhkan kemasan dengan ketahanan panas tinggi dan lapisan anti bocor, seperti bagasse atau kertas dengan pelapis food grade khusus.
- Makanan berminyak: memerlukan material yang tidak mudah menyerap minyak berlebihan hingga merusak struktur kemasan, misalnya kertas kraft dengan lapisan grease-resistant.
- Makanan asam: seperti saus tomat atau acar, membutuhkan kemasan yang stabil secara kimiawi agar tidak bereaksi dengan kandungan asam di dalamnya.
- Makanan beku atau dingin: memerlukan material yang tetap kokoh dan tidak mudah rapuh saat terkena suhu rendah dalam waktu lama.
- Makanan yang disimpan lama: butuh kemasan dengan sifat tertutup rapat untuk menjaga kesegaran dan mencegah kontaminasi udara.
Bila bisnis Anda banyak melayani menu berminyak seperti gorengan, ada baiknya membaca juga cara mengemas gorengan agar tidak lembek saat delivery sebagai pelengkap panduan ini.
Tabel Kesesuaian Kemasan Food Grade dengan Jenis Makanan
| Jenis Makanan | Tantangan Utama | Kemasan Food Grade yang Disarankan |
|---|---|---|
| Nasi dan lauk panas | Suhu tinggi, uap panas | Bagasse bowl food grade |
| Makanan berkuah | Risiko bocor, tumpah | Bagasse bowl dengan tutup rapat |
| Roti dan snack kering | Kelembapan, remuk | Kertas kraft food grade |
| Makanan berminyak/gorengan | Rembes minyak | Kertas grease-resistant |
| Makanan beku | Suhu rendah, kerapuhan | Wadah food grade tahan dingin |
Bagaimana Cara Memastikan Kemasan Food Grade yang Digunakan Aman?
Agar tidak salah pilih, pelaku usaha F&B sebaiknya memperhatikan beberapa hal berikut sebelum memutuskan kemasan yang digunakan:
- Periksa sertifikasi dan uji migrasi. Pastikan produsen kemasan dapat menunjukkan hasil uji bahwa material tidak melepaskan zat berbahaya ke makanan.
- Sesuaikan dengan suhu penyajian. Gunakan kemasan yang secara spesifik diklaim tahan panas jika makanan disajikan dalam kondisi panas atau berkuah.
- Perhatikan lapisan anti bocor dan anti minyak. Untuk menu berminyak atau berkuah, pastikan kemasan memiliki lapisan tambahan yang mencegah rembesan.
- Hindari kemasan tanpa keterangan jelas. Kemasan tanpa label food grade atau tanpa informasi produsen yang jelas berisiko tidak memenuhi standar keamanan pangan.
- Uji langsung sebelum digunakan massal. Coba gunakan kemasan pada skala kecil dengan menu asli untuk memastikan performanya sebelum melakukan pembelian dalam jumlah besar.
Untuk menu berkuah secara khusus, Anda juga bisa mempelajari cara memilih tutup kemasan yang tepat untuk makanan berkuah agar risiko bocor dan tumpah semakin minim.
FAQ Seputar Kemasan Food Grade
Apakah semua kemasan food grade otomatis aman untuk makanan panas? Tidak selalu. Food grade menandakan kemasan aman bersentuhan dengan makanan, namun ketahanan terhadap suhu panas tetap tergantung jenis material dan lapisan yang digunakan, sehingga perlu dipastikan spesifikasi ketahanan panasnya secara khusus.
Bagaimana cara mengetahui suatu kemasan benar-benar food grade? Cara paling aman adalah memastikan produsen memiliki dokumentasi hasil uji sesuai ketentuan BPOM dan standar SNI terkait kemasan pangan, bukan hanya mengandalkan klaim pada kemasan produk.
Apakah kemasan food grade bisa digunakan berulang kali? Sebagian besar kemasan food grade sekali pakai seperti bagasse dan kertas kraft dirancang untuk penggunaan tunggal demi menjaga higienitas, sehingga tidak disarankan digunakan berulang untuk makanan berbeda.
Apakah kemasan food grade berbahan bagasse aman untuk makanan berkuah? Ya, bagasse food grade umumnya dirancang tahan air dan panas sehingga cocok untuk makanan berkuah, asalkan produk tersebut memang diperuntukkan untuk kategori makanan basah, bukan hanya makanan kering.
Solusi Kemasan Ramah Lingkungan dari Virtuspack
Memastikan kemasan yang digunakan benar-benar aman untuk jenis makanan tertentu adalah langkah penting menjaga kepercayaan pelanggan. Virtuspack menghadirkan bagasse bowl food grade dan paper bowl yang dirancang khusus untuk berbagai karakteristik makanan, mulai dari menu berkuah hingga makanan berminyak, sesuai ketentuan kemasan pangan yang diawasi oleh BPOM. Kunjungi katalog Virtuspack untuk menemukan kemasan yang paling sesuai dengan jenis menu bisnis kuliner Anda.

