Kemasan yang salah bisa merusak bisnis kuliner secepat rasa makanan yang buruk. Bedanya, kesalahan pada rasa biasanya cepat disadari, sedangkan kesalahan memilih kemasan makanan sering baru terasa dampaknya setelah komplain pelanggan menumpuk, biaya operasional membengkak, atau makanan rusak di tengah pengiriman. Berdasarkan pengamatan pada bisnis F&B skala UMKM di Indonesia, yang menurut Kementerian Koperasi dan UKM menyumbang porsi sangat besar dari sektor kuliner nasional, kesalahan dalam memilih kemasan hampir selalu berakar dari alasan yang sama: mengejar harga termurah tanpa mempertimbangkan fungsi dan keamanan pangan.
Artikel ini merangkum 10 kesalahan paling umum agar pelaku usaha bisa mengevaluasi kembali kemasan yang selama ini dipakai, sebelum kesalahan kecil berubah menjadi kerugian besar.
1. Memilih Kemasan Hanya Berdasarkan Harga Termurah
Banyak UMKM tergoda memilih kemasan termurah tanpa mengecek apakah bahannya benar-benar food grade. Padahal kemasan murah yang tidak sesuai standar berisiko melepaskan zat kimia ke makanan, terutama saat bersentuhan dengan makanan panas atau berminyak.
2. Tidak Menyesuaikan Ukuran Kemasan dengan Porsi Makanan
Kemasan terlalu besar membuat makanan bergeser dan berantakan selama pengiriman, sementara kemasan terlalu kecil membuat makanan tumpah karena tertekan saat ditutup. Keduanya sama-sama merugikan penampilan dan kualitas makanan saat diterima pelanggan.
3. Mengabaikan Ketahanan Kemasan terhadap Panas dan Minyak
Kemasan yang tidak tahan panas bisa melengkung, meleleh, atau mengeluarkan bau tidak sedap saat diisi makanan panas. Untuk gorengan dan makanan berminyak, kemasan yang tidak food grade berisiko membuat minyak merembes dan merusak tampilan kemasan.
4. Tidak Memperhitungkan Sirkulasi Udara dalam Kemasan
Menutup makanan panas terlalu rapat tanpa ventilasi membuat uap air terperangkap di dalam kemasan, sehingga makanan cepat lembap dan tekstur renyahnya hilang, masalah klasik pada gorengan dan makanan crispy lainnya. Pelajari lebih lanjut cara mengemas gorengan agar tidak lembek saat delivery untuk menghindari kesalahan ini.
5. Mengabaikan Standar Keamanan Pangan (Food Grade)
Beberapa pelaku usaha masih menggunakan kemasan non-food grade seperti kantong kresek hitam daur ulang untuk membungkus makanan langsung. Menurut BPOM, kemasan yang tidak dirancang untuk kontak langsung dengan makanan berisiko memindahkan zat berbahaya ke dalam makanan.
6. Tidak Mempertimbangkan Kekuatan Kemasan Saat Ditumpuk
Kemasan yang tipis atau rapuh mudah penyok saat ditumpuk bersama pesanan lain dalam tas delivery. Hasilnya, makanan bisa hancur atau tumpah sebelum sampai ke tangan pelanggan, meski isinya sebenarnya sudah dikemas dengan rapi.
7. Salah Memilih Jenis Tutup untuk Makanan Berkuah
Menggunakan tutup kemasan biasa untuk makanan berkuah tanpa sistem kuncian yang rapat adalah penyebab umum kebocoran saat pengiriman. Kesalahan ini langsung berdampak pada rating dan ulasan negatif di platform delivery. Panduan memilih tutup kemasan yang tepat untuk makanan berkuah bisa membantu menghindari masalah ini.
8. Tidak Memperhatikan Branding dan Identitas Bisnis pada Kemasan
Kemasan polos tanpa identitas membuat bisnis sulit dikenali dan kehilangan peluang promosi gratis setiap kali makanan diantar. Padahal kemasan adalah titik sentuh terakhir pelanggan sebelum menyantap makanan, dan momen ini sering diabaikan begitu saja.
9. Membeli Kemasan Tanpa Memperhitungkan Biaya dalam Harga Jual
Banyak UMKM memilih kemasan bagus tanpa menghitung dampaknya terhadap HPP, sehingga margin keuntungan tergerus tanpa disadari. Kesalahan ini baru terasa saat laporan keuangan bulanan menunjukkan selisih yang tidak wajar. Simak cara menghitung biaya packaging dalam harga jual makanan agar hal ini tidak terjadi pada bisnis Anda.
10. Mengabaikan Dampak Lingkungan dari Kemasan yang Digunakan
Kemasan styrofoam atau plastik sekali pakai yang sulit terurai kini mulai ditinggalkan konsumen yang semakin sadar lingkungan, apalagi beberapa daerah di Indonesia sudah mulai membatasi penggunaan styrofoam untuk kemasan makanan. Mengabaikan tren ini bisa membuat bisnis tertinggal dari kompetitor yang lebih dulu beralih ke kemasan ramah lingkungan.
Tabel Kesalahan dan Solusinya
| Kesalahan | Dampak | Solusi |
|---|---|---|
| Kemasan termurah tanpa cek food grade | Risiko kontaminasi zat kimia | Pilih kemasan bersertifikat food grade |
| Ukuran tidak sesuai porsi | Makanan berantakan/tumpah | Sesuaikan ukuran dengan jenis menu |
| Tidak tahan panas/minyak | Kemasan melengkung, bocor minyak | Gunakan bahan tahan panas seperti bagasse |
| Tanpa ventilasi | Makanan lembap, tidak renyah | Pilih kemasan dengan sirkulasi udara |
| Tutup tidak rapat untuk kuah | Kebocoran saat delivery | Gunakan tutup kunci klik atau hinged lid |
| Tidak ada branding | Kehilangan promosi gratis | Tambahkan label/stiker identitas usaha |
| Biaya tidak dihitung | Margin tergerus | Masukkan biaya kemasan ke HPP |
| Kemasan tidak ramah lingkungan | Citra bisnis kurang kompetitif | Beralih ke kemasan biodegradable |
FAQ Seputar Kesalahan Memilih Kemasan Makanan
Apa kesalahan paling sering dilakukan UMKM saat memilih kemasan? Kesalahan paling umum adalah memilih kemasan hanya berdasarkan harga termurah tanpa mengecek apakah bahannya food grade dan sesuai dengan jenis makanan yang dijual.
Apakah kemasan non-food grade benar-benar berbahaya? Ya, kemasan yang tidak dirancang untuk kontak langsung dengan makanan berisiko melepaskan zat kimia berbahaya, terutama saat bersentuhan dengan makanan panas atau berminyak.
Bagaimana cara menghindari kesalahan memilih kemasan sejak awal? Buat daftar kebutuhan berdasarkan jenis menu (kuah, gorengan, nasi campur), lalu pilih kemasan yang sesuai standar food grade, ukuran pas, dan sudah dihitung biayanya dalam HPP.
Apakah kemasan ramah lingkungan lebih sulit didapat untuk UMKM? Tidak lagi. Saat ini banyak produsen kemasan ramah lingkungan di Indonesia yang menjual dalam skala kecil hingga besar sehingga mudah diakses UMKM dengan harga bersaing.
Solusi Kemasan Ramah Lingkungan dari Virtuspack
Menghindari kesalahan-kesalahan di atas sebenarnya dimulai dari satu keputusan sederhana: memilih partner kemasan yang tepat sejak awal, dengan bahan yang sesuai standar food grade BPOM RI. Virtuspack menyediakan bagasse clamshell dan kemasan food grade lainnya yang tahan panas, ramah lingkungan, dan dirancang khusus untuk kebutuhan UMKM kuliner, restoran, hingga cloud kitchen. Kunjungi katalog virtuspack.com untuk menemukan kemasan yang paling sesuai dengan jenis usaha Anda.

